Kamis, 02 Mei 2013



Berbagi Ilmu Dan rezeki





A.    Definisi PTK menurut (internet) :
a.       Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.
b.      Secara singkat PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tinakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki dimana praktek-praktek pembelajaran dilaksanakan
c.        Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Research, yaitu satu action research yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi menjadi meningkat
d.       PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.

B.     Defenisi PTK menurut Para Ahli :
a.       Pengertian PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ) Menurut Para Ahli. Menurut DR. Sulipan, M.Pd Penelitian tindakan kelas berasal dari istilah bahasa Inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas tersebut
b.      Standford (1970) mendefinisikan pengertian penelitian tindakan adalah 'analysis, fact finding, conceptualization, planing, execution, more fact finding or evaluation; and then repetition of this whole circle of activities; indeed, a spiral of such circles, ('Analisis, menemukan fakta, konseptualisasi, perencanaan, pelaksanaan, menemukan fakta lebih atau evaluasi; dan kemudian pengulangan lingkaran ini seluruh kegiatan; memang, sebuah lingkaran seperti spiral)
c.       Tim proyek PGSM (1999) mendefinisikan pengertian penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantaban rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan,
d.      Mukhlis, Abdul dan Nur, Mohamad (2001) mendefinisikan pengertian penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis dan siklusti.
e.        Kemis, Stephen dalam D. Hopkins (1992) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah 'action research is a form of self reflective inquiry undertaken by participants in a social (including educational) situation inorder to improve the rationality and justice of (a) their own social or educational pratices, (b) their understanding of these practices, and (c) the situations in which practices are carried out' (penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelaahan atau inkuri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktek-praktek sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri, (b) pemahaman mereka terhadap praktek-praktek tersebut, (c) situasi di tempat praktek itu dilaksanakan)
f.       Mills (2003) mendefinisikan pengertian penelitian tindakan kelas sebagai berikut; 'Any systematic inquiry conducted by teacher researchers ... to gather information about how their particular schools operate, how they teach, and how well their students learn'.( Setiap penyelidikan yang sistematis yang dilakukan oleh peneliti guru ... untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana sekolah tertentu mereka beroperasi, bagaimana mereka mengajar, dan seberapa baik siswa mereka belajar )
g.      Rapoport (1991) mendefinisikan pengertian penelitian tindakan kelas sebagai berikut; 'Action research aims to contribute both to the practical concerns of people in an immediate problematic situation and to the goals of social science (including education) by joint collaboration within a mutually acceptable ethical framework. (Penelitian Aksi bertujuan untuk memberikan kontribusi baik kepada orang keprihatinan praktis dalam situasi problematik segera dan dengan tujuan ilmu sosial (termasuk pendidikan) dengan kolaborasi bersama dalam kerangka etis diterima bersama)

Bila digabungkan pengertian dan definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli di atas maka diperoleh batasan penelitian tindakan kelas sebagai sebuah proses investigasi terkendali yang berdaur ulang (bersiklus) dan bersifat reflektif mandiri, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaiakan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, kompetensi, atau situasi.




C.    Karakteristik PTK
Beberapa pakar mengemukakan karakteristik penelitian tindakan kelas sebagai berikut
1.      Didasarkan atas masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran;
2.      Dilakukan secara kolaboratif melalui kerja sama dengan pihak lain;
3.      Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi;
4.      Bertujuan memecahkan masalah atau meningkatkan mutu pembelajaran; dan
5.      Dilaksanakan dalam rangkaian langkah yang terdiri dari beberapa siklus;
6.      Yang diteliti adalah tindakan yang dilakukan, meliputi efektifitas metode, teknik, atau
proses pembelajaran (termasuk perencanaan, pelaksanaan dan penilaian);
7.      Tindakan yang dilakukan adalah tindakan yang diberikan oleh guru kepada peserta didik.

Pakar yang lain menyebutkan ada enam karakteristik penelitian tindakan kelas (Winter: 1996), yaitu :
1.      Kritik refleksi, yaitu adanya refleksi yang bersifat evaluasi pelaksanaan pembelajaran;
2.      Kritik dialektis, yaitu adanya pandangan kritis dan obyektif terhadap kelemahan atau hambatan dalam pelaksanaan;
3.      Kolaboratif, yaitu adanya kerjasama dengan pihak lain untuk mengamati atau sumber data atas masalah yang dihadapi dalam pembelajaran;
4.      Resiko, berarti peneliti atau guru sendiri harus berani mengambil resiko bahwa hipotesisnya meleset atau beresiko untuk melakukan perubahan yang bersifat perbaikan;
5.      Susunan jamak, yaitu bersifat reflektif, dialektis, partisipatif dan kolaboratif; da
6.       Intenalisasi teori dan praktik, artinya teori dan praktik bukanlah hal yang terpisah, tetapi hanya merupakan satu hal yang memiliki tahapan berbeda, yang saling bergantung satu sama lain, dengan demikian pengembangan teori akan berakibat pada praktik demikian juga pengembangan praktik yang berdampak pada teori.











DAFTAR PUSTAKA

Penelitian Tindakan Kelas, DR. Sulipan, M.Pd.
http://thsumantri.blogspot.com


2 komentar: